PRAKTIKUM ASAM BASA DIRUMAH, BUAH KELETAAN SOLUSINYA!
Salah satu mata pelajaran pilihan program IPA SMA pada kurikulum 2013 adalah Kimia. Mata pelajaran ini mempelajari fenomena alam melalui proses dan sikap ilmiah tertentu. Proses/kerja ilmiah misalnya melakukan percobaan di alam bebas atau di laboratorium, sedangkan sikap ilmiah misalnya objektif dan jujur pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah itu siswa menemukan berbagai produk sains yang dapat berupa fakta, konsep, asas, hukum, dan teori. Oleh sebab itu, pembelajaran sains dan penilaian hasil belajar sains, termasuk kimia, harus memerhatikan karakteristik sains sebagai sikap, proses, dan produk.
Kimia sebagai proses/metode penyelidikan (inquiry methods) meliputi cara berpikir, bernalar, merumuskan masalah, melakukan percobaan dan pengamatan, menganalisis data dan menyimpulkan untuk memperoleh produk-produk sains. Rangkaian proses itu dilandasi oleh sikap ilmiah antara lain: rasa ingin tahu, keseimbangan antara terbuka dan tidak mudah percaya, jujur, disiplin, bertanggung jawab, tekun, hati-hati, teliti, peduli, mudah bekerja sama, toleran, santun, responsif dan pro-aktif. Dengan demikian Kimia dapat dipandang sebagai cara berpikir dan bersikap terhadap alam, sebagai cara untuk melakukan penyelidikan, dan sebagai kumpulan pengetahuan.
Salah satu kompetensi dalam mata pelajaran Kimia yang terdapat pada Kurikulum 2013 untuk SMA/MA kelas XI adalah Materi Pokok indikator asam-basa pada pembelajaran mengamati zat yang bersifat asam atau basa dalam kehidupan sehari-hari dengan merancang dan melakukan percobaan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar. Artinya dari materi ini terlihat perlu adanya pemanfaatan potensi alam untuk dijadikan indikator asam-basa. Materi tersebut juga mangamanatkan pembelajaran kimia yang dapat diperkaya sesuai dengan sumber daya yang ada di daerah/sekolah.
Pembelajaran dapat dikaitkan dengan objek dan fenomena yang terjadi di lingkungan terdekat. Selain itu dapat dikaitkan dengan kontekslokal dan global misalnya Indonesia sebagai negara maritim dan agraris, perubahan iklim, pemanasan global dan efek rumah kaca, sumberdaya energi dan energi alternatif, dan perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan dari bahan yang ada di lingkungan sekitar dapat kita lakukan. Berdasarkan hal ini, guru dituntut untuk menemukan bahan-bahan yang berpeluang untuk menjadi indikator alami tersebut. Terlebih saat ini kondisi pembelajaran yang tidak menentu akibat pandemic Covid-19 juga menuntut adanya alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh siswa secara mandiri dirumah.
Salah satu indikator Asam-Basa alami yang dapat digunakan sebagai alternatif praktikum siswa dari rumah adalah buah ketelataan. Buah dengan nama lain senggani atau kluruk (Jawa), be’te (Enrekang), senduduk (Melayu), herendong (Sunda), kemanden (Madura), Singapore Rhododendron (Inggris) dan yeh mu tan (China) ini biasanya tumbuh secara liar. Tumbuhan ini memiliki ciri berupa tanaman perdu, berdaun tunggal, dan bertangkai. Tumbuhan yang berbuah sepanjang tahun ini ternyata dapat digunakan pula sebagai indikator asam-basa alami. Artinya buah ini dapat memberikan warna berbeda jika berada pada larutan yang bersifat asam dan larutan yang bersifat basa.
Cara yang dapat dilakukan agar buah keletaan dapat menjadi indikator alami yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu buah yang akan digunakan. Kemudian buah yang sudah halus ditambahkan air suling atau alcohol secukupnya dan diaduk merata. Campuran buah dan air suling/alcohol tersebut kemudian diambil ekstraknya dan dapat digunakan sebagai indikator asam dan basa alami. Adapun hasil pengujian dengan indikator asam-basa buah keletaan ini biasnaya dapat dilihat dengan sangat jelas. Jika larutan yang diuji bersifat asam maka larutan yang telah ditetesi dengan indikator buah keletaan akan berwarna kuning kemerahan dari sebelumnya berwarna ungu. Sedangkan larutan yang bersifat basa akan berwarna kuning kecoklatan atau kuning kehijauan dari yang sebelumnya berwarna ungu.
Hadirnya buah keletaan sebagai indikator alami asam dan basa pada dasarnya dapat mempermudah guru dan siswa. Artinya guru dapat memberikan pengalaman kepada siswa lewat hal-hal yang bersifat kontekstual. Guru juga dapat menghemat penggunaan indikator sintesis seperti phenolftalein, metil merah, metil jingga, dan bromtimol biru yang biasa digunakan sebagai indikator asam basa. Sedangkan untuk siswa, indikator ini juga lebih aman digunakan tanpa pengawasan langsung oleh guru. Artinya siswa dapat mandiri drumah menggunakan indikator ini tanpa kekhawatiran akan resiko bahan kimia. Lantas masihkah kita mengatakan bahwa praktikum asam basa dirumah masih sulit dilakukan?
Oleh, Nesi Etikasari, S,Pd
Guru Kimia dan Wakil Kepala SMAN 1 Manggar bidang Kurikulum
Artikel telah terbit di harian Belitong Ekspress edisi 10 Maret 2022 dan Pos Belitung Edisi 10 Maret 2022
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hasil Verifikasi Sementara SPMB Tahap 1 Jalur Afirmasi dan Prestasi
Pada tautan di bawah ini kami lampirkan Hasil Verifikasi Sementara pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 Jalur Afirmasi dan Jalur Prestasi SMA Negeri 1 Manggar Ta
Informasi SPMB TP 2026/2027 Tahap 1 Jalur Afirmasi dan Jalur Prestasi
GRATIS DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA
Hati-Hati Tautan SPMB Palsu, Ini Tautan SPMB yang Resmi
100% GRATIS, TIDAK DIPUNGUT BIAYA
Informasi Pra Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027
100% GRATIS, TIDAK DIPUNGUT BIAYA
Informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri 1 Manggar Tahun Pelajaran 2026/2027
100% GRATIS, TIDAK DIPUNGUT BIAYA
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber