Gotong Royong Vs Individualisme
Dalam rangka membentuk SDM unggul yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, Kemdikbud-Ristek RI berupaya membentuk Profil Pelajar Pancasila. Salah satu nilai yang termuat dalam Profil Pelajar Pancasila ini adalah gotong royong.
Selain menjadi satu dari enam nilai Profil Pelajar Pancasila, gotong royong merupakan ciri utama masyarakat Indonesia. Di mana, pelajar Indonesia yang baik, akan mampu bekerja sama dengan sukarela agar sebuah pekerjaan terasa lebih ringan demi tercapainya tujuan bersama.
Gotong royong sendiri mempunyai beberapa elemen kunci, pertama, saat bekerja sama, seorang Pelajar Pancasila akan selalu merasa senang dan memberikan energi positif di setiap kegiatan. Kedua, ia juga akan bersikap proaktif tetapi tetap peka dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Terakhir, Pelajar Pancasila juga mau berbagi segala informasi dan ilmu yang ia punya akan dibagikan untuk kemajuan kelompok atau lingkungannya.
Tetapi seiring berjalannya waktu, nilai gotong royong ini semakin tergerus dari kehidupan kita yang selalu mengalami perubahan, terutama perubahan sosial. Perubahan sosial memang merupakan hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa bentuk perubahan sosial yang sangat memengaruhi nilai gotong royong dalam Profil Pelajar Pancasila adalah globalisasi dan modernisasi.
Globalisasi adalah proses masuknya informasi, pemikiran, gaya hidup, dan lain-lain ke ruang lingkup dunia. Sedangkan modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur. Modernisasi dapat dianggap sebagai perubahan sosial yang direncanakan karena terdapat pihak-pihak yang merencanakan modernisasi yang dinamakan agent of change (agen perubahan). Agen perubahan ini biasanya merupakan seseorang atau sekelompok orang yang telah diberikan kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin perubahan.
Segala perubahan yang dikehendaki harus berada di bawah pengawasan agen perubahan tersebut. Walaupun telah direncanakan sebelumnya, kemunculan hal-hal yang tidak dikehendaki atau direncanakan sebagai akibat dari fenomena modernisasi dan globalisasi tidak dapat terelakkan. Misalnya munculnya beberapa sikap yang kurang sesuai dengan budaya Indonesia. Salah satu sikap yang muncul adalah sikap individualisme.
Menurut KBBI, individualisme adalah paham yang mementingkan hak perseorangan disamping kepentingan masyarakat atau negara dan menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting daripada orang lain. Seorang yang individualis biasanya kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan hanya fokus pada kepentingannya sendiri. Individualis juga lebih memilih untuk melakukan segala hal sendiri tanpa dibantu oleh orang lain.
Sikap individualisme biasanya lebih banyak dimiliki oleh masyarakat perkotaan, yang memang lebih banyak merasakan dampak modernisasi dan globalisasi. Beberapa contoh sikap individualisme sebagai berikut: kurangnya komunikasi antara individu satu dengan individu lain di sekitarnya, kurangnya kepedulian terhadap kepentingan individu lain, dan minimnya interaksi antar individu meskipun sering bertemu.
Sikap individualisme tidak muncul begitu saja, pasti ada faktor-faktor yang menyebabkan dan mendorong sikap individualisme ini lahir. Faktor yang pertama adalah faktor sosial budaya.
Modernisasi dapat menimbulkan budaya baru dalam masyarakat. Semakin majunya teknologi akan mempermudah segala hal sehingga manusia merasa bisa melakukan segala hal sendirian tanpa bantuan orang lain. Walaupun sekilas terkesan seperti hal yang baik, hal ini justru dapat merenggangkan hubungan antarmanusia.
Faktor yang kedua adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi juga mendorong munculnya sikap ini, yakni terkait persaingan ekonomi yang semakin keras. Misalnya sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia, membuat seseorang menjadi semakin fokus pada dirinya sendiri dan acuh terhadap orang lain. Sempitnya lapangan pekerjaan juga merupakan salah satu dampak dari modernisasi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju memang akan mempermudah pekerjaan, tetapi keberadaan teknologi-teknologi tersebut akan semakin menggeser dan menggantikan peranan manusia dalam berbagai jenis pekerjaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modernisasi secara tidak langsung merupakan salah satu faktor utama penyebab munculnya sikap individualisme.
Sikap individualisme memiliki berbagai dampak pada kehidupan. Dampak positif dari sikap individualisme adalah sikap ini mengajarkan kita untuk lebih mandiri serta percaya diri pada setiap hal yang kita lakukan. Sementara dampak negatif sikap individualisme di antaranya, manusia menjadi lebih egois, menurunnya kemampuan bersosialisasi dan bergaul, tidak bisa bekerja sama dalam kelompok, menganggap segala hal yang dilakukannya pasti benar, serta hilangnya rasa solidaritas terhadap sesama.
Sikap individualisme memang terkadang dapat berdampak positif tetapi lebih banyak dampak negatif yang dapat muncul. Dampak negatif yang muncul pun sangat berbahaya, karena dapat mengganggu hubungan individu dengan individu-individu lain di sekitarnya. Selain itu, sikap ini juga sangat bertentangan dengan gotong royong yang menjadi salah satu nilai dalam Profil Pelajar Pancasila. Sekaligus, salah satu budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan.
Oleh karena itu, dibutuhkan usaha-usaha untuk meminimalisir dan menghindari sikap individualisme ini. Usaha tersebut bisa dimulai dari lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan jika melihat ada orang yang membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Selanjutnya, jangan ragu untuk mencoba menjadi sukarelawan dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan, seperti memberikan bantuan kepada korban bencana alam, belajar mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.
Terakhir, yang tidak kalah penting adalah mulai menerapkan sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan sikap ini akan menimbulkan kesadaran bahwa setiap kegiatan yang dilakukan secara bergotong royong akan menjadi lebih mudah dan cepat. Selain itu, gotong royong juga dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan persaudaraan dalam masyarakat.
Dengan bisa menghindari atau setidaknya meminimalisir sikap individualisme melalui penerapan sikap gotong royong, merupakan salah satu peranan kita sebagai generasi muda dan Pelajar Pancasila dalam mempertahankan budaya bangsa serta berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Oleh: Brenda Christy
Siswa Kelas Sosioliterasi Gen 2
SMA Negeri 1 Manggar
Artikel ini telah terbit di harian Belitong Ekspres edisi Senin, 10 Januari 2022
Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital
Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut
SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying
Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN
Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei
Kerjabagus