PANDEMI DAN LEDAKAN PENGANGGURAN
Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun melanda dunia dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Setahun belakangan ini, banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan dari segi ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Bahkan untuk Indonesia sendiri saat ini mengalami resesi akibat pandemi Covid–19. Akibatnya seluruh kehidupan masyarakat merasakan dampaknya baik segi kesehatan, ekonomi bahkan sosial. Dampak dibidang ekonomi sendiri pandemi covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi nasional pada kwartal II lalu minius 5,32%. Kemudian beberapa daerah pun akhirnya menerapkan pembatasan bersekala besar (PSBB) yang juga menimbulkan dampak yang tidak kecil. Lalu apa saja dampak ekonomi lain yang terjadi akibat pandemi?
Seperti yang dipaparkan sebelumnya, salah satu dampak ekonomi yang terjadi adalah menurun atau bahkan minusnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dari sektor ketenagakarjaan juga mengalami imbas yang tidak kecil. Sebut saja banyak sekali karyawan yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Tidak hanya itu ada beberapa perusahaan yang mengambil kebijakan seperti pemotongan gaji hingga pemberlakuan unpaid leave. Dampak beberapa kejadian tersebut akhirnya membuat banyak pekerja harus kehilangan sumber penghasilan dan daya beli masyarakat pun menurun. Kemudian jika pandemi covid -19 masih terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan akan semakin meningkatnya pula tingkat pengangguran yang ada.
Meningkatnya angka pengangguran tersebut dapat kita lihat pula dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil laporan angka pengangguran pada periode Agustus 2020 menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 2,67 juta orang. Dengan demikian jumlah angkatan kerja indonesia yang menganggur mengalami peningkatan menjadi sebesar 9,77 juta orang. Secara rinci, angka pengangguran berdasarkan jenis kelamin dialami laki-laki sebanyak 7,46 persen , sedangkan perempuan mencapai 6,46 persen persen . Ditahun sebelumnya laki-laki juga mengalami tingkat pengangguran lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yaitu mencapai 5,24 persen dan perempuan 5,22 persen.
Melihat meningkatnya angka pengangguran tersebut, pemerintah dalam hal ini telah mengeluarkan berbagai macam paket kebijakan. Sebut saja program stimulis fiskal, restrukturisasi, dan pemberian kredit lunak telah dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak berhenti sampai disitu, pemerintah juga memberikan paket sembako, kartu prakerja, pembebasan dan diskon tarif listrik dan lain-lain. Namun semua program tersebut belumlah benar-benar efektif dalam menanggulangi dampak ekonomi yang ada akibat Covid-19. Apabila hal ini terus belanjut, maka dikhawatirkan akan menimbulkan ledakan pengangguran. Dengan adanya ledakan pengangguran juga akan memicu lahirnya dampak diberbagai sektor, baik sosial, ekonomi, pendidikan ,kesehatan maupun politik.
Meningkatnya angka pengangguran secara signifikat juga akan meningkatkan dampak sosial yang terjadi di masyarakat. Sebut saja tingkat kemiskinan dan kejahatan yang akan semakin banyak. Tidak hanya itu, premanisme juga akan tumbuh subur disetiap sudut kota. Ditambah pula dengan meningkatnya jumlah siswa putus sekolah dan kesenjangan sosial lain antara yang kaya dan miskin kian mengangga. Akibat meningkatnya angka pengangguran biasanya juga akan memicu lebarnya konflik dan kericuhan disektor-sektor sosial lainnya. Oleh sebab itu pemerintah perlu merumuskan kebijakan-kebijakan yang lebih tepat lagi untuk menutup atau meminimalisir ruang terjadinya dampak negatif pengangguran agar kriminalitas dan tindakan kekerasan tidak menjalar lebih dikalangan masyarakat.
Dari segi ekonomi, dampak meningkatkanya angka pengangguran juga tidak main-main. Turunya daya beli masyarakat merupakan slah satu dampak nyata yang dapat dilihat. Hal ini tentu akan menimbulkan kelesuan dalam berusaha, menghambat investasi, menurunnya jumlah tabungan masyarakat, menurunnya Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami perurunan. Kemudian dampak dalam bidang pendidikan juga semakin terasa, yaitu meningkatnya angka putus sekolah. Serta dampak lain yang menyebabkan banyak orang tua menjadi tidak mampu untuk membiayai putra putri mereka dalam melanjutkan pendidikan.
Sektor kesehatan juga tidak terlepas dari dampak negative meningkatkan angka pengangguran akibat pandemi Covid-19. Dalam hal ini pengangguran yang meningkat secara tidak langsung akan meningkatkan pula resiko penurunan kepercayaan diri angkatan kerja. Hal ini dikarenakan pekerjaan baru tidak kunjung datang dalam jangka waktu panjang sehingga kesehatan mental pun akan terganggu. Penelitian pun membuktikan dampak pengangguran dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stress hingga depresi. Selanjutnya dampak politik yang kemungkinan besar pula terjadi akibat permasalahan ini. Angka pengangguran yang tinggi pada sebuah negara akan berujung pada rendahnya taraf hidup sehingga kehidupan ekonomi dan sosial akan memburuk dan berimbas pada stabilitas politik. Ketidakpuasan terhadap kondisi tersebut akan bantu protes dimana-mana banyaknya masyarakat berunjuk rasa, demontrasi yang akhinryan akan menganggu kestabilan politik dan ekonomi.
Melihat beberapa dampak dari pengangguran diatas tentunya pemerintah harus dengan cepat dan tepat mengambil keputusan yang sesuai. Dalam hal ini pemerintah setidaknya sudah mengambil empat langkah strategis. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan tetap melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas melalui program BLK Tanggap Covid–19. Melalui program ini peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan keterampilan , tetapi juga mendapatkan insentif pasca pelatihan. Tentu hal ini juga secara langsung dapat membantu mereka dari segi keuangan. Kemudian pemerintah juga dapat melakukan program pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja/buruh terdampak Covid -19 berupa program padat karya produktif, terapan, teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan kewirausahaan yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.Strategi ketiga yang kemudian dilakukan pemerintah adalah dengan membuka pelayanan informasi , konsultasi dan pengaduan bagi pekerja/buruh keselamatan dan kesehatan (K3) di perusahaan. Terakhir pemerintah juga dapat meningkatkan intensitas dan kualitas dalam ruang dialog sosial, baik Tripartit maupun Bipartit.
Seluruh langkah-langkah atau strategi tersebut semata dilakukan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak mudah memang bagi suatu pemerintahan untuk dapat menghadapi dampak pandemi yang belum berkesudahan ini. Tugas kita sebagai masyarakat umum dalam hal ini adalah mendukung semua kebijakan pemerintah dan secara bersama-sama berusaha agar dampak negative pandemi dapat ditekan. Mudah-mudahan semua langkah yang sudah diambil oleh pemerintah tersebut dapat menjadi angina segar khususnya pada sektor ketenagakerjaan. Kita semua juga berharap semoga Pandemi Covid -19 akan segera berlalu dari bumi yang kita cintai ini agar bisa beraktivitas secara normal kembali. Mari bekerjasama dan berusaha agar pandemi ini dapat kita hadapi!
*Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Manggar
Diterbitkan oleh Belitong Ekspres pada Jumat (16 April 2021)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital
Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut
SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying
Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN
Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei