• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

Pendidikan Karakter dalam Manifestasi Kepribadian Anak

Masa muda merupakan masa terpenting untuk membentuk kepribadian anak.  Pendidikan karakter sejak dini merupakan kunci paling tepat untuk membangun bangsa. Mengapa? Karena dengan cara ini anak akan menjadi pribadi yang bermartabat. Hal yang paling berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak adalah lingkungan dan kepribadiannya yang sehat. Selanjutnya pentingnya peran keluarga, sekolah dan semua faktor yang terdapat dalam masyarakat juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Era serba teknologi ini membuat anak-anak terkesan sangat pasif dan jarang bersosialisasi di dalam keluarga bahkan di masyarakat. Kebanyakan anak zaman sekarang lebih fokus pada layar di depan matanya daripada bermain dengan teman sebayanya, bahkan mereka jarang terlihat memainkan permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional dapat dijadikan sebagai kebiasaan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dengan  teman sebaya dan untuk menjadi lebih akrab, serta menghasilkan ide-ide kreatif menggunakan permainan tradisional.

Dari kejadian ini, anak-anak akan menyia-nyiakan  waktu berharganya untuk bermain bersama keluarga, belajar, dan mengembangkan keterampilan atau bermain dengan teman. Hal ini dikarenakan perhatian telah teralihkan oleh layar ponsel atau teknologi yang  menarik perhatian itu.

Oleh karena itu, peran orang tua juga sangat penting bagi anak dalam membimbing, memantau dan memanajemen waktu anak-anaknya dari alat-alat digital yang mereka gunakan. Menurut Palupi dan Wates (2015), hal yang perlu dilakukan orang tua untuk anak-anak mereka dalam pengasuhan digital (digital parenting),  sebagai berikut:

  1. Meningkatkan dan memperbarui wawasan tentang internet dan gawai, karena  sebagian orang tua tidak dapat mengawasi anaknya jika  gagap dengan teknologi.        
  2. Jika ada internet di rumah, letakkan di ruang keluarga dan orang tua  dapat melihat apa yang dilakukan anak-anak ketika mereka mengakses Internet.    
  3. Batasi waktu anak menggunakan gawai dan internet.     
  4. Memberikan pemahaman dan kesadaran bersama tentang dampak negatif internet atau gawai.     
  5. Larangan seketat mungkin jika ada yang tidak pantas untuk ditonton. 
  6. Jalin komunikasi dua arah secara terbuka dengan anak.

Layaknya pendidik dan juga sebagai orang tua, hendaknya lebih mampu menjadi panutan bagi anak agar dapat membentuk kepribadian dan bahkan karakter anak dengan baik. Di era digital ini sangat mudah ditemukan dan bahkan mendapatkan informasi di internet.

Sebagai pendidik (di rumah), orang tua juga harus menjadi pengawas dan wali  yang berguna bagi anak untuk memperoleh informasi. Apalagi dengan usia anak yang belum bisa membedakan bahkan menyaring mana yang baik buruk. Di era digital ini, dikhawatirkan dengan adanya teknologi akan berdampak negatif karena minimnya pengawasan oleh pendidik bahkan orang tua. 

Menurut ilmu psikologi, pada usia 6 tahun, otak manusia berkembang dan dapat menerima serta menyerap banyak jenis informasi. Pada masa inilah perkembangan fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Oleh karena itu banyak orang yang mengatakan bahwa masa ini disebut masa keemasan anak  atau masa keemasan yang indah.

Asumsi ini juga digunakan sebagai sarana sosialisasi yang harus dimiliki masyarakat untuk mengubah dirinya menjadi satu atau lebih individu yang lebih bermanfaat bagi lingkungan. Ini juga digunakan untuk tujuan pendidikan karakter (bpkpenabur.or.id, 2020), yaitu:

  1. Untuk dapat mengetahui kualitas yang berbeda dari seseorang.
  2. Untuk dapat memahami sisi yang baik menjalankan perilaku.
  3. Untuk dapat memahami dan menafsirkan kepribadian.
  4. Menggaris bawahi atau menerapkan contoh perilaku karakter orang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah beberapa tujuan dasar pembentukan pendidikan karakter seseorang. Lalu apa saja dampak negatif dan positif dari teknologi ini?

Contoh yang paling umum dan meluas adalah cyber bullying, di mana dampaknya sangat berpengaruh terhadap korbannya. Dampaknya tidak hanya jangka pendek tetapi jangka panjang, juga dapat meluas hingga korban melanjutkan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah. Dampak dari perisakan itu sendiri membuat korban merasa minder, tidak percaya diri, cenderung mengucilkan diri dari lingkaran sosial, terluka, atau lebih parahnya memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Selain perundungan siber, situs pornografi adalah salah satu dampak negatif dari teknologi saat ini. Kemudahan akses dan distribusi video digital menunjukkan bahwa masih banyak disalahgunakan. Selain itu, pemerintah sendiri tidak membatasi akses ke situs porno di internet secara signifikan. Hal-hal seperti inilah yang menjadikan anak bangsa yang temperamennya selalu cenderung buruk.

Selain itu, beberapa dampak positif dari teknologi di antaranya, yaitu individu memiliki kebermanfaatan atau berguna bagi orang lain (sharing informasi), menjadi lebih menghargai orang lain (netiket atau memiliki etika berinternet), dan tentunya teknologi sejatinya merupakan sarang IPTEK, dsb.

Seiring dengan meningkatnya keterampilan berpikir, pendidikan karakter dalam era informasi dan teknologi ini memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi kemampuan berpikir individu siswa. Dengan demikian, kita akan lebih bijak dalam mengambil keputusan, agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dilakukan sedini mungkin agar anak mampu menanamkan karakter yang baik, sehingga dapat terbawa hingga dewasa nanti. Pendidikan karakter di sekolah dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. Setiap pertanyaan yang berkaitan dengan standar harus dikembangkan dan diterapkan. Dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Di era digital, peran orang tua bahkan pendidik sangat penting dalam meningkatkan karakter penerus bangsa di masa depan. Orang tua adalah tempat pertama di mana siswa dapat menjalani kehidupan mereka. Peran guru di sekolah tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Guru juga merupakan panutan bagi anak, sehingga guru menjadi acuan sikap siswa.

Guru  tidak hanya mengajarkan konsep karakter yang baik. Tetapi bagaimana membimbing siswa agar dapat menerapkannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Masyarakat sekitar pun berperan pula dalam mengawasi dan memotivasi pengembangan karakter siswa. Sehingga kolaborasi antarelemen masyarakat ini merupakan kesatuan untuh dalam menumbuhkan dan merawat pendidikan karakter ini.

Peserta 03 Kategori Siswa, Kompetisi #Gerbangmenulis2021

Aqila Hilmyra Zinta

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Merdeka Belajar Dalam Masa Pandemi COVID-19

Covid-19 tidak lagi menjadi kata yang asing ditelinga banyak orang, Virus yang hadir sejak Desember 2019 di Wuhan, China, ini menyebar begitu cepat ke berbagai penjuru dunia dalam hitun

09/11/2021 18:48 WIB - Administrator
Mosaik Modernisasi dalam Bernalar Kritis Pelajar Pancasila

Pada masa pandemi COVID-19 ini, pembelajaran tatap muka pada sekolah-sekolah di Indonesia menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Salah satu upaya sekolah untuk menyelesaikan hal tersebut

09/11/2021 18:38 WIB - Administrator
Berkebinekaan Global bersama Globalisasi

Setiap negara, pastinya memiliki penerus sebagai penegak dan pemimpin bangsanya, yaitu muda-mudi saat ini, termasuk juga di Indonesia. Para generasi penerus ini merupakan harapan masa d

08/11/2021 19:23 WIB - Administrator
Bunga Toleransi di Tengah Arus Globalisasi

Salah satu identitas bangsa Indonesia yang paling dikenal dari dulu hingga saat ini adalah keberagaman atau kebinekaan yang dimiliki. Identitas tersebut terbentuk dalam waktu yang jelas

08/11/2021 19:20 WIB - Administrator
Peran Pemuda dalam Konstruksi Masa Depan Bangsa

Peran pemuda dalam pembangunan bangsa sangatlah penting. Hal ini dikarenakan pembangunan suatu bangsa terletak pada generasi penerusnya. Demokrasi, ekonomi, teknologi, dan kemajuan ilmu

03/11/2021 19:55 WIB - Administrator
Pendidikan Karakter, Upaya Mencegah Dampak Negatif Westernisasi

Pada era globalisasi, westernisasi terdapat dalam perilaku dan karakter remaja terjadi karena para kaum milenial atau para remaja menganggap budaya barat adalah budaya yang gaul, modern

26/10/2021 22:04 WIB - Administrator
Naik Kelas Tapi Tidak Belajar?: Solusi Merdeka Belajar Di tengah Pandemi

  Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan, Bapak Nadiem Anwar Makarim, melalui surat edaran Mendik

26/10/2021 21:56 WIB - Administrator
Teknologi dan Perubahan Sosial di Era 4.0

Pada hakekatnya, kemajuan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun, kita bisa mengambil langkah bijak terhadap diri kita sendiri, ke

20/10/2021 19:17 WIB - Administrator
Dampak Westernisasi Terhadap Karakter Remaja Masa Kini

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak menuju dewasa. Di mana, perilaku manusia muda ini bisa berubah dengan cepat, mengalami krisis identitas, dan juga emosi yang kuat. Re

19/10/2021 07:20 WIB - Administrator
Dampak Westernisasi Terhadap Karakter Remaja Masa Kini

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak menuju dewasa. Di mana, perilaku manusia muda ini bisa berubah dengan cepat, mengalami krisis identitas, dan juga emosi yang kuat. Re

11/10/2021 07:55 WIB - Administrator