• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

KEMBALI KE TRILOGI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

Dewasa ini banyak orang yang memandang bahwa karakter peserta didik semakin buruk dibandingkan dengan pendahulunya. Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi menjadi salah satu penyebab hal tersebut dapat terjadi. Hal ini jelas harus menjadi perhatian kita bersama karena untuk menjadi sukses setiap orang perlu memiliki karakter yang baik. Sebut saja kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, berkolaborasi, mengembangkan kreativitas dan inovasi, kepemimpinan, serta karakter penting lainnya. Karakter ini harus secara bersama kita persiapkan karena bukan tidak mungkin bila tantangan di masa depan akan semakin berat. Lantas apa yang harus dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik?

Dalam menghadapi segala tantangan terkait karakter tersebut, tentu harus dilakukan penguatan dalam pendidikan karakter itu sendiri. Merespon pentingnya penguatan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu model pembelajaran yang bertumpu pada kekayaan kearifan lokal. PPK merupakan gerakan nasional untuk mengimplementasikan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam satuan pendidikan yang diselaraskan dengan nilai budaya. Melalui cara ini, sekolah diharapkan mendesain pembelajaran secara kontekstual serta bersinergi dengan orangtua dan masyarakat sebagai tripusat pendidikan. Peraturan tentang PPK ini sendiri  sudah menjadi bagian dari konten kurikulum 2013. Kemudian ada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter sehingga secara keseluruhan harus dilaksanakan di dalam ekosistem pendidikan, bukan hanya pada siswa.

Dalam PPK sendiri terdapat 5 nilai yang diajarkan kepada peserta didik yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Kelima hal tersebut kemudian diharapkan dapat memperkuat karakter-karakter lain seperti kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, berkolaborasi, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta kepemimpinan. Secara real pada pelaksanaannya, PPK bersifat kontekstual yaitu disesuaikan dengan kondisi aktual masing-masing daerah. Pembelajaran PPK ini sendiri kemudian dimasukkan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Pendidikan karakter yang kita bicarakan disini pada dasarnya memiliki tujuan membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong royong. Selain itu pendidikan karakter juga diharapkan dapat membentuk bangsa yang mempunyai jiwa patriotik atau suka menolong sesama, berkembang dengan dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan serta teknologi, beriman dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa. Melihat tujuannya tersebut memang pantas rasanya penguatan pendidikan karakter ini secara real semakin kita galakkan di sekolah.

Pada dasarnya pendidikan karakter memang harus dimulai dari usia dini yang kemudian semakin ditekankan sesuai dengan tingkat pendidikan.  Ada dua peran yang paling bertanggung jawab dalam mengemban tugas untuk pendidikan karakter ini, yaitu orang tua dan guru. Seorang guru mempunyai peran sebagai orang tua peserta didik di sekolah. Sehingga menjadi guru sekolah dasar bukan hanya bertanggung jawab memberikan asupan pelajaran, melainkan harus mampu mendidik moral, etika, dan karakter pada anak didiknya. Sedangkan orang tua merupakan dasar awal pendidikan karakter itu sendiri karena pembentukan karakter memang dimulai dari rumah. Kemudian selain orang tua dan guru lingkungan sehari-hari ataupun lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh dalam pendidikan karakter ini. Oleh sebab itu, pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama bukan salah satu pihak saja.

Sebenarnya dalam menjalankan pendidikan karakter, Indonesia sudah mempunyai konsep sendiri. Sebut saja konsep yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan trilologi pendidikan.  Melalui konsep tersebut guru dapat mengatasi permasalahan pendidikan karakter pada anak sekolah dasar. Trilogi pendidikan tersebut berisi tiga semboyan yaitu, Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti di depan memberi teladan atau contoh yang baik, Ing Madya Mangun Karsa yang berarti di tengah murid guru mampu menciptakan prakarsa serta ide, dan Tut Wuri Handyani berarti dari belakang guru mampu memberikan dorongan dan arahan. Sehingga guru bukan hanya mengajar, namun juga mendidik.

Aktualisasi ajaran Ki Hadjar Dewantara di era modern ini sangat berguna untuk meningkatkan karakter bangsa. Pendidikan karakter sangat penting keberadaannya karena dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia anak sekolah dasar secara utuh, terpadu, dan seimbang. Perlu langkah bersama untuk mewujudkannya, sehingga bangsa Indonesia berubah menjadi bangsa yang berkarakter tinggi. Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, maka akan terwujud generasi penerus bangsa yang berkarakter dan tidak diragukan lagi masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan.

Artikel telah terbit di harian Pos Belitung pada 27 April 2021

(Admin, HR)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMAN 1 Manggar Buka MPLS Tepat di Hari Ulang Tahun ke-41

SMA Negeri 1 Manggar mengawali tahun pelajaran baru dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (30/07/2021). Kegiatan ini umum dilakukan sekolah setiap awal t

30/07/2021 20:00 WIB - Administrator
EFEKTIVITAS MPLS BAGI SISWA BARU DI TENGAH PANDEMI

Tahun Pelajaran baru 2021/2022 sudah memasuki tahapan bagi para siswa, dan tentunya harapan baru bagi siswa yang telah berhasil memilih sekolah yang diidamkannya atau sekolah yang menja

26/07/2021 18:55 WIB - Administrator
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN BERMUTU

Memasuki tahun pelajaran 2021/2022, seluruh sekolah di wilayah Indonesia umumnya masih diselimuti oleh berbagai kendala yang sangat pelik salah satunya adalah keadaan wabah covid-19 yan

22/07/2021 07:29 WIB - Administrator
Semarak Idul Adha, SMAN 1 Manggar Kurban 3 Sapi

Semarak perayaan Idul Adha di tahun ini terasa sedikit berbeda. Masih dalam pandemi Covid-19, hari raya umat Islam ini dilaksanakan dalam suasana yang tidak biasa. Namun demikian semang

21/07/2021 22:55 WIB - Administrator
Belajar Dari Ki Hadjar Dewantara

Libur Akhir tahun pelajaran 2020/2021 usai sudah, sekaligus sebagai tanda bahwa tahun pelajaran baru (2021/2022) dimulai. Spirit dimulainya tahun pelajaran baru sebagai momentum perubah

15/07/2021 17:20 WIB - Administrator
Tessa Lolos Seleksi Masuk 3 Universitas Negeri Ternama di Indonesia

Berhasil lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru di tiga universitas negeri ternama, merupakan prestasi yang luar biasa. Seperti Tessa Pradnya Naraswari, salah satu alumni SMAN 1 Mangg

13/07/2021 07:35 WIB - Administrator
Pendaftar SMA N 1 Manggar Membludak, Sekolah Swasta Sepi Peminat

KBRN, Beltim : Membludaknya calon siswa baru di SMA Negeri 1 Manggar jika dibandingkan kapasitas daya tampung sekolah menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Belitung Timur, Jafri. Disi

30/06/2021 20:05 WIB - Administrator
PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1 MANGGAR TAHUN 2021 JALUR MUTASI

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DINAS PENDIDIKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS SATUAN PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 MANGGAR Jalan Jenderal Sudirman Manggar Beli

29/06/2021 13:00 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum Kompetensi Sains Nasional 2021

SMA Negeri 1 Manggar kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kedisiplinan serta kerja cerdas Tim SMAN 1 Manggar mampu mempertahankan gelar juara umum dalam kompetensi sains nasional (

21/06/2021 19:15 WIB - Administrator
SMA 1 Manggar Rebut 8 Emas, Pertahankan Gelar Juara Umum Ajang Sains Nasional 2021 Belitung Timur

SMA Negeri 1 Manggar berhasil mempertahankan gelar juara umum dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten Belitung Timur tahun 2021. Tim KSN Smansagar ham

21/06/2021 17:55 WIB - Administrator