• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

BERKAH YANG TERSAMAR DARI PANDEMI COVID-19

Pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari satu tahun melanda dunia jelas menyebabkan berbagai perubahan. Segala macam sektor secara terpaksa harus menyesuaikan aktivitas yang dilakukannya agar tetap bertahan di tengah pandemi ini, tidak terkecuali dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar, berbagai ajang perlombaan sains maupun olahraga tidak dapat dilakukan secara langsung/ tetap muka akibat pandemi. Hal ini kemudian direspon dengan mengubah sistem pembelajaran konvensional dengan tatap muka menjadi pembelajaran secara daring (online) yang dilakukan dari rumah (BDR).  

Sistem pembelajaran daring dengan belajar dari rumah (BDR) ini dilaksanakan sesuai dengan SE Mendikbud nomor 4 tahun 2020. Kemudian surat edaran ini juga diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid-19. Surat edaran tersebut secara jelas menyebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) ini adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua. Surat edaran ini kemudian menjadi alasan bagi siswa untuk belajar dari rumah (BDR) dan WFH (Work From Home) bagi guru dan tenaga kependidikan. Lantas apa dampak lain dari kebijakan tersebut?

Kebijakan BDR maupun WFH tersebut dalam penerapannya ternyata membawa permasalahan lain bagi satuan pendidikan (sekolah). Salah satunya adalah adalah pelaksanaan pembelajaran secara daring belum seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan pada awal penerapan kebijakan BDR, kebanyakan guru masih belum terlatih dalam penggunaan teknologi informasi dalam mengajar. Kemudian faktor teknis seperti tidak tersedia atau buruknya koneksi jaringan internet dibeberapa sekolah menjadi faktor penyebab permasalahan tersebut. Tidak hanya itu, kemampuan finansial yang berbeda di setiap keluarga juga menjadi salah satu penyebab masalah baru tersebut. Sebut saja kuota internet bagi setiap siswa yang menambah daftar kebutuhan urgen setiap keluarga akibat surat edaran ini.

Bukan hanya guru dan siswa yang ternyata mengalami berbagai permasalahan akibat kebijakan belajar dari rumah tersebut. Tenaga kependidikan sekolah juga merasakan hal demikian. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman penulis, banyak sekali masalah administrasi yang harus dengan cepat menyesuaikan kebijakan tersebut. Tidak hanya itu, perubahan sistem pembelajaran juga menuntut tenaga kependidikan untuk cepat dalam belajar hal-hal terupdate tentang pembelajaran online. Terutama tenaga kependidikan yang bertugas sebagai tenaga IT dan operator sekolah. Mau tidak mau mereka harus dengan cepat belajar mengenai learning management system atau aplikasi lain yang dapat membantu guru dalam pembelajaran secara online tersebut.

Merespon berbagai kendala yang terjadi, pemerintah dalam hal ini kembali memberikan solusi. Sebut saja untuk mengatasi kurangnya kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran jarak jauh, pemerintah kemudian memberikan pelatihan-pelatihan jarak jauh, Tentu hal ini berkaitan dengan penggunaan teknologi pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam mempermudah tugasnya. Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan kuota internet untuk mengatasi permasalahan orang tua terkait hal tersebut. Sedangkan untuk tenaga kependidikan, dalam hal ini pemerintah memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menggunakan dana guna memberikan fasilitas, keterampilan, dan dukungan lain yang diperlukan. Namun dibalik semua peristiwa  yang terjadi tersebut, sadarkah kita ada banyak keberkahan yang terjadi?

Dilihat dari segi pendidikan secara umum, pandemi Covid-19 ternyata juga membuat angin segar bagi digitalisasi pendidikan. Akibat pandemi ini, dunia pendidikan ‘terpaksa’ mengubah cara belajar berbasis perjumpaan tatap muka menjadi pembelajaran daring. Segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran akhirnya dilakukan digitalisasi Transformasi digital secara terpaksa ini adalah cara yang paling aman untuk memutus penyebaran wabah akibat virus corona. Sebab, hak para siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan jiwa. Jika kita lihat dari sisi lainnya, dapat kita lihat bahwa hal ini merupakan suatu keberkahan. Artinya secara tidak  langsung dunia pendidikan kita didorong secara tidak langsung untuk lebih maju dari sebelumnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi pendidikan.

Tidak hanya itu, dengan adanya pandemi ini secara tidak langsung memaksa guru untuk mengupgrade kemampuan dalam penggunaan teknologi yang mendukung kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan guru dalam menguasai berbagai platform pembelajaran online seperti menguasai Google Classroom, Edmodo, Webex, Zoom, Jitsi dan lain-lain. Guru-guru yang selama ini kurang menguasai teknologi sekarang ini juga di tuntut untuk menguasai teknologi tersebut. Hal ini meningkatkan kreatifitas dan inivatif guru dalam mengelola pembelajaran.

Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga meningkatkan kesempatan guru berkumpul bersama keluarga dengan waktu kerja lebih flaksibel. Jika kita lihat dari sudut pandang peserta didik kelebihan pembelajaran jarak jauh ini adalah peserta didik memiliki waktu yang flaksibel dalam belajar, penguasaan teknologi pembelajaran. PJJ juga dipandang mampu meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Dengan pembelajaran yang dapat diulang-ulang, jika peserta didik belum memahami materi, siswa dapat mengulangi kembali penjelasan dari guru. Berbeda lagi jika kita melihat kelebihan pembelajaran jarak jauh jika dilihat dari sudut pandang orangtua, kelebihannya adalah memiliki banyak waktu berinteraksi dengan anak, mendampingi anak dalam belajar dan dapat memberikan pendidikan life skill kepada anak.

Tidak hanya mengubah proses pembelajaran, pandemi juga dapat mengubah sistem evaluasi pembelajaran disekolah.  Sekolah yang awalnya menggunakan kertas dalam melakukan ujian sekarang beralih menggunakan aplikasi yang tanpa menggunakan kertas selembarpun melainkan koneksi jaringan internet yang baik. Hal ini jelas mengurangi anggaran pembeliaan kertas untuk ujian yang dilakukan sekolah. Bentuk evaluasi ini jika dilihat lebih jauh juga berperan dalam menjaga kelestarian bumi. Mengapa demikian? Karena dengan minimnya penggunaan kertas, otomatis kita juga menjaga agar semakin sedikit pohon yang ditebang.

Jika dilihat lebih lanjut masih banyak sekali keberkahan yang tersamar akibat pandemi ini. Tidak hanya guru dan siswa yang terus bergerak, tenaga kependidikan pun juga turut serta. Sebut saja segala bentuk perubahan sistem administrasi sekolah yang bergeser kearah digitalisasi menjadi hal yang patut kita syukuri. Bagaimana tidak? Data-data yang dahulu tercatat secara manual sekarang harus dilakukan secara digital dengan bantuan aplikasi. Hal ini mungkin memang terkesan sulit diawal, namun memberikan dampak yang memudahkan. Artinya data-data tersebut nantinya akan lebih gampang untuk diakses dan memiliki daya simpan yang lama. Digitalisasi dari segi pelayanan tenaga kependidikan juga dapat memberikan kemudahan bagi guru dan siswa dalam mendapatkan pelayanan yang mudah dan lebih cepat.

Mungkin banyak kegiatan yang baru kita lakukan hari ini merupakan kegiatan sudah lama diterapkan di tempat lain (baca : luar negeri). Akan tetapi secara tidak langsung, pandemi ini adalah suatu moment satuan pendidikan dan segala unsur yang terdapat didalamnya untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi yang selama ini berjalan ditempat. Oleh sebab itu, dari pandemi ini kitta sebenarnya dapat banyak belajar. Salah satunya adalah untuk selalu melihat adanya sesuatu yang positif dari setiap kejadian. Namun demikian, kita selalu berharap agar pandemi ini akan segera berakhir agar semuanya dapat kembali normal seperti sedia kala. Tentunya kita juga berharap agar kemampuan yang kita dapatkan disaat pandemi ini berlangsung akan meningkatkan kualitas diri kita pribadi dan pendidikan pada umumnya.  Semoga bermanfaat!

Oleh: Yenny Effendy, S.E

*Kepala Tata Usaha SMA Negeri 1 Manggar

Diterbitkan oleh Pos Belitung pada Rabu  (21 April 2021)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMAN 1 Manggar Buka MPLS Tepat di Hari Ulang Tahun ke-41

SMA Negeri 1 Manggar mengawali tahun pelajaran baru dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (30/07/2021). Kegiatan ini umum dilakukan sekolah setiap awal t

30/07/2021 20:00 WIB - Administrator
EFEKTIVITAS MPLS BAGI SISWA BARU DI TENGAH PANDEMI

Tahun Pelajaran baru 2021/2022 sudah memasuki tahapan bagi para siswa, dan tentunya harapan baru bagi siswa yang telah berhasil memilih sekolah yang diidamkannya atau sekolah yang menja

26/07/2021 18:55 WIB - Administrator
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN BERMUTU

Memasuki tahun pelajaran 2021/2022, seluruh sekolah di wilayah Indonesia umumnya masih diselimuti oleh berbagai kendala yang sangat pelik salah satunya adalah keadaan wabah covid-19 yan

22/07/2021 07:29 WIB - Administrator
Semarak Idul Adha, SMAN 1 Manggar Kurban 3 Sapi

Semarak perayaan Idul Adha di tahun ini terasa sedikit berbeda. Masih dalam pandemi Covid-19, hari raya umat Islam ini dilaksanakan dalam suasana yang tidak biasa. Namun demikian semang

21/07/2021 22:55 WIB - Administrator
Belajar Dari Ki Hadjar Dewantara

Libur Akhir tahun pelajaran 2020/2021 usai sudah, sekaligus sebagai tanda bahwa tahun pelajaran baru (2021/2022) dimulai. Spirit dimulainya tahun pelajaran baru sebagai momentum perubah

15/07/2021 17:20 WIB - Administrator
Tessa Lolos Seleksi Masuk 3 Universitas Negeri Ternama di Indonesia

Berhasil lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru di tiga universitas negeri ternama, merupakan prestasi yang luar biasa. Seperti Tessa Pradnya Naraswari, salah satu alumni SMAN 1 Mangg

13/07/2021 07:35 WIB - Administrator
Pendaftar SMA N 1 Manggar Membludak, Sekolah Swasta Sepi Peminat

KBRN, Beltim : Membludaknya calon siswa baru di SMA Negeri 1 Manggar jika dibandingkan kapasitas daya tampung sekolah menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Belitung Timur, Jafri. Disi

30/06/2021 20:05 WIB - Administrator
PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1 MANGGAR TAHUN 2021 JALUR MUTASI

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DINAS PENDIDIKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS SATUAN PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 MANGGAR Jalan Jenderal Sudirman Manggar Beli

29/06/2021 13:00 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum Kompetensi Sains Nasional 2021

SMA Negeri 1 Manggar kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kedisiplinan serta kerja cerdas Tim SMAN 1 Manggar mampu mempertahankan gelar juara umum dalam kompetensi sains nasional (

21/06/2021 19:15 WIB - Administrator
SMA 1 Manggar Rebut 8 Emas, Pertahankan Gelar Juara Umum Ajang Sains Nasional 2021 Belitung Timur

SMA Negeri 1 Manggar berhasil mempertahankan gelar juara umum dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten Belitung Timur tahun 2021. Tim KSN Smansagar ham

21/06/2021 17:55 WIB - Administrator