SENI MENJADI SEORANG GURU
Oleh: Muhendy, S.Ds*
Menjadi seorang guru bagi sebagian orang bukanlah hal yang diimpikan. Image guru yang sempat terbangun semasa sekolah turut mempengaruhi hal tersebut. Ada yang memandang guru sebagai sosok menyeramkan, menyebalkan, dan sering mengatur sempat tersemat pada sosok guru dimata sebagian siswanya. Namun sebagian lainnya memandang guru sebagai sosok yang menyenangkan dan dapat menjadi panutan. Semua hal tersebut memang tergantung sudut pandang dan pengalaman siswa tersebut. Lantas bagaimana rasanya jika seorang yang dulunya hanya seorang siswa menjadi seorang guru?
Rasanya memang jauh berbeda dari yang dulu dirasakan sebagai siswa. Pandangan akan sosok guru menjadi jauh berubah ketika penulis pribadi menjadi seorang guru. Sebuah profesi mulia yang tidak pernah dicita-citakan sebelumnya saat ini menjadi hal yang dijalani. Sedikit bercerita, penulis bukanlah seorang yang dapat dikatakan pintar. Penulis juga adalah orang sangat senang sekali jika ada jam kosong dan hal-hal lain yang disukai siswa pada umumnya. Namun segalanya lantas berubah setelah takdir dan pilihan hidup menjadikan saya seorang guru.
Memiliki latar belakang pendidikan sebagai desainer interior, tentu bukanlah hal yang sesuai untuk menjadi guru. Sebagai desainer interior dan CEO dari sebuah usaha yang dirintis sendiri,membuat saya sudah memiliki hidup yang lumayan. Namun akhirnya saya memilih menjadi seorang guru dan meninggalkan semuanya. Lantas apakah saya menyesal? Tidak sama sekali, karena saya percaya Tuhan selalu mempunyai cerita sendiri bagi umatnya.
Mengajar pertama kali ditahun 2016 menjadi hal menakjubkan. Diberi kepercayaan mengajar seni budaya membuat saya harus kembali belajar. Basic menggambar dan menyanyi yang dimiliki membuat saya tidak terlalu kesulitan menyampaikan materi. Walau demikian, saya terus menurus belajar tentang materi dan menjadi guru yang baik. Pengalaman menjadi seorang siswa tentunya menjadi guru terbaik. Hal-hal yang tidak disukai dan hal-hal yang disenangi kemudian dianalisis serta dijadikan satu formula dalam mengajar.
Menjadi guru seni budaya bukanlah sesuatu yang juga mudah seperti yang dibayangkan. Kreatifitas yang tinggi menjadi tuntutan dalam mengajarkan materi. Hal ini dikarenakan materi yang diajarkan dari tahun ketahun nyari serupa dan tidak terlepas dari empat aspek seni. Keempat aspek tersebut hanya dibedakan berdasarkan tingkat kesukaran dari jenjang SD-SMA. Oleh sebab itu kreatifitas yang tinggi sangat diperlukan untuk menyajikan materi agar lebih menarik.
Berangkat dari pengalaman pula, pelajaran seni budaya sudah seharusnya menjadi menyenangkan. Hal ini yang kemudian saya terapkan dalam mengajar. Sebagai guru saya tidak memaksakan siswa untuk menyenangi seluruh aspek seni. Karena tidak adil saya rasa ketika memaksakan seorang anak untuk mencintai seni rupa ketika ia justru menyenangi seni tari begitu pula sebaliknya.
Mungkin terdengar klise, namun yang ditekankan disini adalah pengenalan siswa akan seni budaya. Artinya disini saya mencoba menempatkan sekolah sebagai wadah untuk siswa di kenalkan dengan seni. Hal ini tidak lain berasal dari kepercayaan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Tugas sebagai guru disini adalah untuk mengarahkan dan mengenalkan seni rupa, seni musik , seni tari dan teater. Selebihnya siswa diberikan ruang untuk memilih sendiri yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Kebebasan siswa untuk memilih dan menekuni jenis-jenis seni setidaknya memberikan dampak yang positif. Lomba-lomba seni seperti halnya seleksi Gita Bahana, FLS2N, Film Pendek, Vlog, Komik Digital, dan ajang lain dapat ditaklukan. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya tingkat kabupaten ataupun provinsi, namun siswa-siswi tersebut berhasil menampakkan kakinya sebagai pemenang tingkat nasional. Hanya dengan modal kepercayaan, seorang guru dapat membuat siswanya menjadi lebih berprestasi dan berkembang.
Selain kepercayaan, guru juga harus mampu membangun mental siswanya. Artinya seorang guru harus mampu menekankan jiwa kompetisi yang sehat kepada setiap anak didiknya. Misalnya untuk siswa yang sedang berlomba, saya selalu menekankan untuk dapat bekerja keras, bekerja cerdas, serius, dan rutin berlatih. Karena pada dasarnya tidak ada yang instan dalam setiap keberhasilan. Tigas seorang guru juga selalu membesarkan hati siswanya. Misalnya saya selalu berpesan kepada anak didik yang berlomba untuk selalu berdoa meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu di berikan kelancaran sehingga dalam perlombaan tidak ada hal yang membuat mereka merasa kuang puas. Perkara hasil yang diraih semua tergantung rezeki yang diberikan Tuhan.
Pengalaman demi pengalaman saat menjadi seorang guru sebenarnya dapat memberikan gambaran. Bahwa menjadi seorang guru bukan hanya bertugas mengajar, namun lebih dari itu. Guru adalah pendidik, seniman, atau bahkan teman untuk peserta didik. Guru juga harus mampu mencetak generasi – generasi hebat dan berprestasi. Selain itu, guru juga harus terus belajar dan belajar karena pada dasarnya guru adalah kuas yang akan terus menggambar lewat goresan disetiap memori anak didiknya. Oleh sebab itu, menjadi guru bukanlah perkara gampang. Tidak segampang memberikan “image” pada sosok tersebut saat kita menjadi seorang siswa. Begitulah seni menjadi seorang guru sesungguhnya!
*Guru Seni Budaya dan Kasi Kurikulum SMA Negeri 1 Manggar
Diterbitkan oleh Belitong Ekspress pada Rabu (10 Maret 2021)
(Admin, HR)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital
Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut
SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur