• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

OPTIMALISASI PERAN GURU BK PADA SISTEM SEKOLAH PART TIME DIMASA PANDEMI

Pandemi covid-19 sedikit banyak sangat mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik. Aktivitas belajar dirumah (pembelajaran jarak jauh) dan termasuk juga berbagai pembatasan kegiatan membuat peserta didik menjadi kurang bersemangat bersekolah. Banyak yang kemudian bangun siang karena tidak perlu berangkat secara fisik kesekolah. Jelas hal tersebut secara perlahan mengubah pola kehidupan mereka. Selain itu, model pembelajaran jarak jauh juga acapkali membuat peserta didik belajar sambil mengerjakan sesuatu yang lain. Hal tersebut kemudian membuat penerimaan pembelajaran dari peserta didik menjadi terpecah.

Satu tahun pandemi juga menimbulkan dampak-dampak yang luar biasa bagi pendidikan Indonesia. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pandemi menimbulkan dampak social negative yang berkepanjangan. Akibat pandemi, banyak siswa yang akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah dan menurunnya juga capaian belajar. Tidak hanya itu, kekerasan terhadap anak juga turut meningkat di masa pandemi ini. Ditambah lagi dengan kurang memadainya media belajar siswa turut menambah deretan resiko eksternal pandemi dilingkup sekolah.  Kemudian World Health Organization (WHO) juga mengungkapkan bahwa penutupan sekolah memiliki dampak negative bagi perkembangan kesehatan, pendidikan, pendapatan keluarga dan perekonomian secara keseluruhan.

Indonesia sendiri merupakan satu dari empat negara dikawasan timur asia pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara 23 negara lainnya sudah melakukan pembelajaran secara tatap muka. Nadiem sendiri telah menjelaskan bahwa sejak juli 2020 pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan dampak negative yang berkepanjangan akibat tidak terjadinya pembelajaran tatap muka. Namun sampai saat ini semuanya seolah belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Lantas apa sebenarnya yang dapat dilakukan?

Saat ini berbagai macam solusi sedang digodok agar dampak negative pembelejaran jarak jauh dapat ditekan. Berbagai instansi pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif. Dengan berbagai macam pertimbangan, sekolah dalam hal ini memgambil keputusan agar tatap muka kembali dilakukan. Tentunya hal ini harus diperkuat dengan aturan-aturan ketat terkait penerapan protokol kesehatan. Tujuannya tidak lain adalah untuk kembali memberikan ruh belajar kepada peserta didik. Karena pada dasarnya peserta didik saat ini sedang memasuki usia yang memerlukan banyak eksplorasi hal-hal penting terkait materi-materi pelajaran di sekolah.

Tidak hanya itu, pembelajaran tatap muka juga pada dasarnya memberikan peserta didik kemampuan untuk dapat bersosialisasi dalam artian sebenenarnya. Bukan lagi sosialisasi dalam lingkup dunia maya melalui media sosial. Jangan sampai pandemic Covid-19 ini malah membuat peserta didik memiliki sifat egois hanya karena proses bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan sekolah hilang. Tatap muka juga menghindari siswa menjadi egois karena kurangnya sosialisasi dan interaksi dengan teman sebayanya. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif. Sayangnya , tak semua institusi Pendidikan rupanya paham mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi ini berlangsung. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana.

Namun ada satu hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi hal ini. Salah satunya seperti yang dilakukan di SMA NEGERI 1 MANGGAR dengan terobosan barunya. Dengan dikomando oleh kepala sekolah dan para guru, intitusi ini mencoba mencari jalan keluar agar siswa dapat kembali belajar tatap muka disekolah. Teroboson ini dimulai dengan penyusunan rencana yang diatur sedemikian rupa, mulai dari jadwal pembelajaran yang dimodifikasi, pengaturan sistem masuk siswa, penerapan protokol kesehatan, peningkatan kebersihan lingkungan, dan peraturan lainnya yang mendukung terciptanya pembelajaran tatap muka yang aman di masa pandemi.

Bersekolah dan belajar separuh waktu (part time) menjadi pilihan bersama agar siswa tetap dapat melakukan belajar tatap muka disekolah. Dengan adanya 2 waktu masuk sekolah yaitu pagi dan siang, dan juga jumlah siswa dibatasi setiap kelasnya. Pembagian waktu bersekolah ini diharapkan mampu mengatasi kejenuhan anak didik selama belajar dari rumah dan juga meningkatkan motivasi belajar yang dimiliki. Tidak hanya itu, sistem ini juga diharapkan dapat kembali meyakinkan siswa untuk tetap belajar dan berprestasi disekolah. Tidak lupa kegiatan ini tentunya juga harus dibarengi dengan sosialisasi yang memadai agar siswa tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Tentunya protokol kesehatan yang dimaksud disini merupakan aturan standar yang harus diterapkan guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit covid-19 di institusi Pendidikan. Berbagai macam peraturan yang di buat tentunya untuk menjaga agar pembelajaran di sekolah tetap aman. Dengan berjalannya sekolah tatap muka dengan sistem separuh waktu tersebut secara umum dapat mengatasi masalah belajar siswa. Siswa juga dapat kembali semangat belajar serta dapat menjalin sosialisasi antara siswa dan guru.

Tidak hanya itu, melalui sistem ini sekolah separuh waktu ini siswa juga dapat menceritakan masalah-masalah yang dihadapinya selama PJJ ke guru BK. Hal ini sedikit namun dapat memberikan impact besar kepada siswa. Artinya disini peran guru BK juga menjadi lebih efektif. Guru BK dapat langsung mendengar dan siswapun dapat bercerita langsung masalah yang sedang dihadapinya. Guru BK dapat memberikan layanan-layanan BK Kembali kepada anak didik disekolah salah satunya layanan informasi. Layanan informasi merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi seperti informasi Pendidikan dan informasi jabatan yang dapat digunakan  sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik. Adapun informasi yang bisa diberikan guru BK seperti, kelanjutan studi untuk kelas XII, berbagai macam prestasi dan lomba-lomba yang bisa diikuti oleh kelas X-XI dan informasi lainnya. 

Sebagaimana yang kita ketahui, pandemic covid-19 memang sudah merubah tatanan kehidupan manusia, tidak hanya pada dunia pendidikan saja. Tetapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam dilema ketakutan, kita harus mampu bangkit dan menciptakan inovasi demi masa depan anak didik kita. Segala tuntutan atau sistem kehidupan baru yang senantiasa berubah tetap harus kita ikuti. Dalam situasi ini menjadi guru BK tidak hanya berfokus pada masalah siswa saja. Namun lebih dari itu, guru BK juga harus memberikan stimulus kehidupan yang bahagia dan masa depan yang sukses jagi anak didiknya. Hal tersebut merupakan tolak ukur keberhasilan pendidik sebagai guru BK. Semoga kita mampu menjadi guru BK yang mampu menyerap ilmu pembaharuan demi kesuksesan anak didik kita.

Oleh: Emiria, S.Pd

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Manggar

Artikel ini telah terbit di harian Belitong Ekspres pada Senin 12 April 2021

(Admin, HR)

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bantu Sesama Umat Manusia, SMA N 1 Manggar Bagi 300 Paket Bapok

SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Smansa Peduli. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS tersebut mengusung tema “Berbagi Asa di Ma

09/05/2021 19:05 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Peduli Kumpulkan Donasi Ramadan Sebesar Rp36.174.000

Tidak berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk SMANSA PEDULI. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS terseb

09/05/2021 18:50 WIB - Administrator
BERBAGI ASA DI MASA PANDEMI, SMANSA PEDULI KEMBALI HADIR MENGETUK HATI

Tidak berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk SMANSA PEDULI. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS terseb

09/05/2021 18:35 WIB - Administrator
Momentum Memperkokoh Profesionalisme Guru

BERBICARA, Hari Pendidikan,  tak luput dari pembicaraan tentang peran penting  sosok  seorang guru. Proses pembelajaran di sekolah bisa terlaksana dengan baik dan afik be

04/05/2021 12:41 WIB - Administrator
Potret Laboran Handal Menjawab Tantangan Covid 19.

Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah tatanan kehidupan manusia, tidak terkecuali bidang pendidikan. Cara pembelajaran yang awalnya tatap muka antara pendidik dan peserta didik harus b

04/05/2021 12:02 WIB - Administrator
Hindari Selebrasi Berlebihan, SMAN 1 Manggar Undang Orang Tua Umumkan Kelulusan

Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin mengatakan dalam mengumumkan kelulusan siswa tahun ini, ia hanya mengundang orang tua murid saja. Hal ini dilakukan supaya tidak ada ker

04/05/2021 11:54 WIB - Administrator
Merespon Learning Loss dengan Komunitas Belajar

Akhir-akhir ini istilah learning loss mulai sering terdengar dari berbagai media. Learning loss dapat diartikan sebagai hilangnya kemampuan dan pengalaman belajar siswa sebagai akibat d

30/04/2021 14:12 WIB - Administrator
Siswa SMK Stania Juara Caramah Agama di Festival JOURNEY SMONE4U IN RAMADHAN SMA Negeri 1 Manggar

Ramadhan merupakan bulan suci yang hanya datang satu kali setahun. Bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Moment inilah yang kemudian dim

30/04/2021 13:57 WIB - Administrator
Perkokoh Fondasi Keagamaan, SMA Negeri 1 Manggar Gelar Festival JOURNEY SMONE4U IN RAMADHAN

Ramadhan merupakan bulan suci yang hanya datang satu kali setahun. Bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Moment inilah yang kemudian dim

30/04/2021 13:55 WIB - Administrator
MOMENT “HARDIKNAS” PERKUAT PERAN PENDIDIKAN DALAM PEMBUDAYAAN KARAKTER

PERINGATAN hari Pendidikan Nasional, tidak luput dari pembicaraaan tentang sejarah di Indonesia yang memiliki catatan  sangat panjang. Karena sejarah sendiri memang menjadi bagian

30/04/2021 13:46 WIB - Administrator