• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

Bergegas Menjadi Guru Era Revolusi 4.0

Saat ini kita berada di era revolusi industri keempat atau yang lebih dikenal dengan revolusi 4.0. Revolusi ini berkembang lebih cepat bahkan sangat cepat dibandingkan era revolusi sebelumnya. Hal ini berdampak pada terciptanya pasar-pasar baru, yang mampu merusak dan menggantikan tatanan pasar yang sudah ada. Selain itu, revolusi ini juga berdampak pada penggantian teknologi lama dengan teknologi terbaru. Ciri khas dari revolusi ini terlihat dari digitalisasi semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan.

Adanya revolusi ini, membuat dunia pendidikan kembali menghadapi tantangan baru. Khususnya di Indonesia, tantangan tidak lagi hanya berbicara mengenai pemerataan dan pemenuhan akses pendidikan keseluruh Indonesia, namun lebih dari itu. Pendidikan yang ada saat ini harus mampu menjawab tantangan mengenai peningkatan mutu lulusan untuk bisa bersaing dan menaklukan perubahan-perubahan yang terjadi.  Dalam menghadapi tantangan besar era revolusi 4.0 ini, dunia pendidikan di tuntut pula untuk mengubah pola pembelajaran dalam setiap tingkatan pendidikan, tidak terkecuali pendidikan dasar dan menengah.

Menghadapi tantangan ini, guru sebagai garda terdepan pendidikan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan zaman. Guru harus mampu menguasai terlebih dahulu teknologi terbaru agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Artinya guru harus lebih cepat belajar dan menerapkan teknologi terbaru. Hal ini juga dilakukan agar didapatkan titik temu antara guru dan peserta didik sehingga tidak terjadi ketimpangan. Selain penguasaan teknologi, guru dalam era ini juga diharapkan dapat memiliki beberapa keterampilan yaitu 1) Critical thinking and problem solving (keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah), 2) Communication and collaborative skills (keterampilan komunikasi dan kolaborasi), 3) Creativity and innovative skill (keterampilan berpikir kreatif dan inovatif), 4) Information and communication literacy (literasi teknologi informasi dan komunikasi), 5) Contextual learning skill (keterampilan belajar secara kontekstual), 6) Information and media literacy (literasi informasi dan media).

Beberapa keterampilan tersebut menuntut adanya adaptasi yang cepat dan matang. Artinya guru diharapkan mampu menggunakan, mengolah, serta menerapkan keterampilan-keterampilan tersebut dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru dalam hal ini juga dituntut untuk mahir menggunakan teknologi informasi mengingat hal tersebut bukanlah sebagai pelengkap namun sebagai kebutuhan.

Berbagai tuntunan yang dihadapkan pada guru, pada dasarnya direspon secara baik. Namun pada penerapannya, kebanyakan guru masih kebingungan memaknai penggunaan dan pemanfaatan teknologi pada pembelajaran dan di sisi lain ada beberapa guru yang menganggap penggunaan materi yang ditampilkan menggunakan teknologi proyektor sebagai hal yang lumrah didalam pembelajaran. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, karena pada dasarnya teknologi adalah suatu alat yang diciptakan manusia untuk memudahkan kehidupannya. Namun hal ini tidak sepenuhnya juga benar dalam konteks pembelajaran dalam era ini. Teknologi dalam pembelajaran saat ini mengarah pada teknologi digital yang dapat diakses dengan mudah, kapan saja dan dimana saja. Artinya peran teknologi dalam pembelajaran tidak hanya ditempatkan sebagai peran pengganti, namun peran utama.

Masalah lain yang muncul dari tuntutan ini adalah motivasi. Terlihat dari beberapa guru yang masih saja enggan untuk dapat berubah menggunakan gaya baru. Guru-guru tersebut merasa antipati dengan teknologi terbaru dan sudah berada di zona nyaman. Hal inilah yang akhirnya menjadi suatu border sehingga mereka enggan untuk terus belajar. Padahal tuntutan dari era ini jelas berbeda dengan era sebelumnya.

Tantangan guru di era 4.0 semakin besar dalam kondisi saat ini.  Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 hampir melumpuhkan seluruh aktivitas tidak terkecuali aktivitas pendidikan. Tatap muka yang lumrah biasa dilakukan menjadi terbatas. Namun, mencoba mengambil hikmah dari pandemi ini, ternyata ada hal positif yang sebenarnya kita dapatkan. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa pandemi Covid-19 ini menjadi pendorong hebat penggunaan teknologi digital oleh guru dalam pembelajaran. Guru-guru yang tadinya berada didalam zona nyaman, mau tidak mau akhirnya harus keluar dan mencoba menggunakan teknologi digital.  Adanya tuntutan dari pemerintah untuk pembelajaran secara daring juga menjadi alasan kuat hal ini dapat terjadi. Artinya hal-hal yang sifatnya kondisional tersebut akhirnya menjadi batu loncatan dan pembuka gerbang penguasaan teknologi digital. Hal yang selama ini dirasa sulit dilakukan dalam kondisi biasa.

Berbicara mengenai penggunaan teknologi digital, tentu tidak hanya guru yang “terpaksa” digital, namun juga peserta didik. Peserta didik dalam hal ini juga dituntut untuk dapat menggunakan dan menyesuaikan diri dengan teknologi digital serta internet of things (IoT). Pemanfaatan tersebut pada dasarnya akan mengembangkan inovasi dan kreativitas peserta didik dalam belajar. Perubahan pemanfaatan internet untuk hal-hal yang tidak hanya bersifat hiburan semata juga dirasa menjadi bentuk perubahan yang positif.

Pada akhirnya, guru era 4.0 dengan segala tuntutan yang ada mendapat satu dorongan untuk mulai menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, peserta didik berperan dalam meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi digital serta penggunaan internet of things. Artinya ada beberapa hal positif yang harus tetap kita syukuri ditengah pandemi ini. Namun hal-hal tersebut harus dibungkus dengan “kolaborasi” yang baik antara guru dan peserta didik agar dapat berhasil. Selain itu, peran pihak terkait seperti pemerintah, orang tua, dan masyarakat menjadi suatu keharusan demi mencapai tujuan bersama yaitu peningkatan kualitas pendidikan.

Oleh: Hariyanto, M.Pd

Ketua Tim ICT dan Pembina Jurnalistik SMA Negeri 1 Manggar

Artikel ini telah terbit di harian Pos Belitung pada Rabu 7 April 2021

(Admin, HR)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
OPTIMALISASI PERAN GURU BK PADA SISTEM SEKOLAH PART TIME DIMASA PANDEMI

Pandemi covid-19 sedikit banyak sangat mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik. Aktivitas belajar dirumah (pembelajaran jarak jauh) dan termasuk juga berbagai pembatasan kegiatan memb

13/04/2021 09:22 WIB - Administrator
Spirit PISA Bangka Belitung 2022, 415 Pacak!

Dunia pendidikan terus bergerak dengan cepat yang disertai dengan tuntutan kepada kita semua untuk selalu bisa mengikuti ritme setiap perubahan dengan tanggap dan tangguh. Pendidikan ya

13/04/2021 09:03 WIB - Administrator
Terbaik! 16 Siswa Smansa Manggar Lolos Seleksi Paskibraka Beltim 2021

Keseriusan berlatih dan komitmen yang kuat membuahkan prestasi yang membanggakan. Kerja keras tersebut dibuktikan dengan 16 orang siswa SMA Negeri 1 Manggar yang lolos sebagai calon Pas

13/04/2021 08:55 WIB - Administrator
4 (EMPAT) STRATEGI AMPUH TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH DI MASA PANDEMI

Pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun tentu bukanlah hal yang sebentar. Banyak sekali penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan agar semua aktivitas kehidupan dapat terus

10/04/2021 17:32 WIB - Administrator
Lagi, SMAN 1 Manggar Hasilkan 12 Karya Literasi

Api semangat literasi keluarga besar SMA Negeri 1 Manggar, memang tak pernah padam. Senin (5/4), hal itu dibuktikan kembali dengan dikeluarkannya karya yang luar biasa. Tidak tanggung-t

10/04/2021 17:28 WIB - Administrator
PERAN SENTRAL GURU BK DI TENGAH KRISIS COVID-19

Dalam waktu yang sangat cepat , wabah covid-19 secara nyata mendisrupsi pola pembelajaran dan bimbingan yang dominan tatap muka menjadi kelas-kelas dan sesi layanan digital. Sejak dinya

08/04/2021 07:53 WIB - Administrator
PESONA MATEMATIKA DI KEHIDUPAN MANUSIA

Pernahkah kita selalu mengeluh ketika adanya mata pelajaran matematika di sekolah? Merasa pusing, capek, bosan, kesal, marah, dan lain sebagainya hampir pernah dialami sebagian besar si

06/04/2021 09:22 WIB - Administrator
TIGA MATERI PENTING PJOK TINGKATKAN PHYSICAL LITERACY DI MASA PANDEMI

Mendengar kata “New normal”, tentunya menjadi hal yang lumrah dimasa pandemi Covid-19. New normal sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi  dimana aktivitas berjal

06/04/2021 09:16 WIB - Administrator
Konsep 5M Dunia Pendidikan Menyambut Era Masyarakat 5.0

Gegap gempita Revolusi Industri 4.0 membawa masyarakat ke era disrupsi yang salah satu fenomenanya adalah beralihnya aktivitas masyarakat dari dunia nyata ke dunia maya. Hal ini tentuny

02/04/2021 09:19 WIB - Administrator
Mengajar Olahraga di Tengah Pandemi, Memang Bisa?

Corona Virus Disease (Covid)-19 membawa dampak yang signifikan pada aspek kehidupan manusia. Pendidikan khususnya pendidikan formal adalah salah satu aspek kehidupan manusia yang terdam

02/04/2021 09:15 WIB - Administrator