• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

PESONA MATEMATIKA DI KEHIDUPAN MANUSIA

Pernahkah kita selalu mengeluh ketika adanya mata pelajaran matematika di sekolah? Merasa pusing, capek, bosan, kesal, marah, dan lain sebagainya hampir pernah dialami sebagian besar siswa saat belajar matematika. Bahkan ada istilah sarkasme anak sekolahan yang menyebutkan bahwa makin tekun belajar matematika, makin tidak karuan. Begitulah stigma yang telah terbangun secara turun temurun di kalangan siswa terhadap matematika. Lalu, mengapa matematika tetap menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia?.

Matematika merupakan disiplin ilmu yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan peradaban umat manusia. Banyak ilmu pengetahuan yang menggunakan matematika sebagai ilmu dasar, seperti ilmu kesehatan, ekonomi, astronomi, teknik sipil, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan teknologi modern yang menggunakan perhitungan matematika pada penerapannya, seperti telekomunikasi, industri mesin, navigasi penerbangan, dan lain sebagainya. Contoh sederhana lainnya, seperti saat kita menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah menggunakan berbagai kendaraan, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, atau jalan kaki. Kita bisa menghitung kecepatan dari kendaraan-kendaraan tersebut dengan membagi jarak antara rumah dan sekolah dengan waktu yang kita perlukan untuk menempuhnya. Dengan mengetahui kecepatannya, kita bisa melihat kendaraan mana yang paling efisien dan bisa menghemat waktu tempuh kita. Terlihat bahwa kegiatan memilih kendaraan yang paling efisien ini juga secara tak sadar menerapkan ilmu matematika.

Dari contoh-contoh tersebut, terlihat bahwa sadar atau tidak, matematika merupakan ilmu yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kegiatan jual beli, memilih kendaraan paling efisien,  manajemen waktu sehari-hari, logika dalam mengambil keputusan, semuanya menggunakan dasar-dasar ilmu matematika. Tak heran, matematika pun sering disebut sebagai 'Induk dari Segala Ilmu Pengetahuan'. Salah satu siswa berpendapat tentang matematika, “Matematika itu ilmu yang gampang-gampang-susah. Jika kita menyukainya dan menemukan cara asyik untuk mempelajarinya, maka matematika akan terasa mudah dan menyenangkan. Sebaliknya, kalau kita sudah terlanjur berpikir bahwa matematika itu susah dan malas mempelajarinya, maka kita pun akan semakin sulit untuk memahami matematika. Jadi intinya ya, dibawa santai saja.

Sistem pendidikan Indonesia juga sangat menyadari urgensi matematika dalam kehidupan. Pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah (Pasal 37 UU Nomor 20 Tahun 2003). Begitu pula dengan sistem ujian, mulai dari EBTANAS, UN, dan Ujian Sekolah. Mulai tahun 2021, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan penilaian secara nasional terhadap siswa kelas VIII dan XI yang disebut Asesmen Kompetensi Minimum. Salah satu aspek yang akan dinilai adalah kemampuan numerasi siswa. Numerasi secara sederhana memiliki pengertian yaitu kemampuan siswa dalam menggunakan matematika dasar dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari – hari.

            Suka atau tidak, para siswa dituntut untuk mempelajari mata pelajaran matematika secara tuntas. Hal ini juga menuntut kreatifitas dan inovasi guru matematika dalam menyampaikan materi pelajaran secara gampang, asyik, dan menyenangkan. Banyak metode dan pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan, salah satunya menggunakan teknologi pembelajaran. Di era kemajuan teknologi seperti sekarang, siswa tidak lagi harus menunggu guru memberikan materi di kelas. Banyak situs, platform, dan aplikasi pembelajaran yang menyediakan fitur untuk memudahkan penggunannya dalam belajar. Mulai dari situs belajar berlangganan, maupun yang gratisan. Teknologi akan menjadi keuntungan jika dimanfaatkan secara bijaksana, seperti misalnya; belajar daring melalui situs pembelajaran. Bahkan pemerintah melalui Kemendikbud memberikan kuota gratis untuk belajar setiap bulannya demi memudahkan siswa dalam mengakses situs – situs pembelajaran.  Namun sebaliknya, teknologi juga dapat membawa kita kepada kerugian, seperti misalnya; bermain game terlalu berlebihan sampai lupa waktu, bermain medsos sampai mengabaikan norma kesopanan, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, matematika atau apapun itu mata pelajarannya, tidak ada yang sulit dipelajari. Semua tergantung kepada kita sebagai seorang siswa, mau belajar atau tidak. Tuhan tidak membatasi manusia dalam berpikir, akan tetapi justru kita yang membatasi diri kita sendiri dengan sikap malas belajar. Imam Syafi’i pernah berkata ”Barangsiapa yang tidak mau (malas) merasakan lelahnya belajar, maka ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya”.

Oleh: Indah Lestari, S.Pd

Guru Matematika SMA Negeri 1 Manggar

Artikel ini telah terbit di Harian Pos Belitung pada Senin 05 April 2021

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
OPTIMALISASI PERAN GURU BK PADA SISTEM SEKOLAH PART TIME DIMASA PANDEMI

Pandemi covid-19 sedikit banyak sangat mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik. Aktivitas belajar dirumah (pembelajaran jarak jauh) dan termasuk juga berbagai pembatasan kegiatan memb

13/04/2021 09:22 WIB - Administrator
Spirit PISA Bangka Belitung 2022, 415 Pacak!

Dunia pendidikan terus bergerak dengan cepat yang disertai dengan tuntutan kepada kita semua untuk selalu bisa mengikuti ritme setiap perubahan dengan tanggap dan tangguh. Pendidikan ya

13/04/2021 09:03 WIB - Administrator
Terbaik! 16 Siswa Smansa Manggar Lolos Seleksi Paskibraka Beltim 2021

Keseriusan berlatih dan komitmen yang kuat membuahkan prestasi yang membanggakan. Kerja keras tersebut dibuktikan dengan 16 orang siswa SMA Negeri 1 Manggar yang lolos sebagai calon Pas

13/04/2021 08:55 WIB - Administrator
4 (EMPAT) STRATEGI AMPUH TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH DI MASA PANDEMI

Pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun tentu bukanlah hal yang sebentar. Banyak sekali penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan agar semua aktivitas kehidupan dapat terus

10/04/2021 17:32 WIB - Administrator
Lagi, SMAN 1 Manggar Hasilkan 12 Karya Literasi

Api semangat literasi keluarga besar SMA Negeri 1 Manggar, memang tak pernah padam. Senin (5/4), hal itu dibuktikan kembali dengan dikeluarkannya karya yang luar biasa. Tidak tanggung-t

10/04/2021 17:28 WIB - Administrator
PERAN SENTRAL GURU BK DI TENGAH KRISIS COVID-19

Dalam waktu yang sangat cepat , wabah covid-19 secara nyata mendisrupsi pola pembelajaran dan bimbingan yang dominan tatap muka menjadi kelas-kelas dan sesi layanan digital. Sejak dinya

08/04/2021 07:53 WIB - Administrator
Bergegas Menjadi Guru Era Revolusi 4.0

Saat ini kita berada di era revolusi industri keempat atau yang lebih dikenal dengan revolusi 4.0. Revolusi ini berkembang lebih cepat bahkan sangat cepat dibandingkan era revolusi sebe

08/04/2021 07:49 WIB - Administrator
TIGA MATERI PENTING PJOK TINGKATKAN PHYSICAL LITERACY DI MASA PANDEMI

Mendengar kata “New normal”, tentunya menjadi hal yang lumrah dimasa pandemi Covid-19. New normal sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi  dimana aktivitas berjal

06/04/2021 09:16 WIB - Administrator
Konsep 5M Dunia Pendidikan Menyambut Era Masyarakat 5.0

Gegap gempita Revolusi Industri 4.0 membawa masyarakat ke era disrupsi yang salah satu fenomenanya adalah beralihnya aktivitas masyarakat dari dunia nyata ke dunia maya. Hal ini tentuny

02/04/2021 09:19 WIB - Administrator
Mengajar Olahraga di Tengah Pandemi, Memang Bisa?

Corona Virus Disease (Covid)-19 membawa dampak yang signifikan pada aspek kehidupan manusia. Pendidikan khususnya pendidikan formal adalah salah satu aspek kehidupan manusia yang terdam

02/04/2021 09:15 WIB - Administrator