• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

Konsep 5M Dunia Pendidikan Menyambut Era Masyarakat 5.0

Gegap gempita Revolusi Industri 4.0 membawa masyarakat ke era disrupsi yang salah satu fenomenanya adalah beralihnya aktivitas masyarakat dari dunia nyata ke dunia maya. Hal ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari peran internet, dimana segala bentuk informasi dan komunikasi dapat dengan mudah diakses hanya dalam “genggaman” dan “permainan jari-jemari”. Hal positif maupun negatif bercampur baur dalam wadah besar (big data) internet, maka tentunya diperlukan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi internet. Mungkin ini salah satu yang membuat Jepang akhirnya mendeklarasikan Masyarakat 5.0 agar manusia bisa hidup bersinergi dengan teknologi dan dapat memanfaatkanya sebagai solusi untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan manusia. Lantas bagaimana peran dunia pendidikan mempersiapkan era Masyarakat 5.0 akan diuraikan lebih lanjut melalui konsep 5M yaitu 1) Manusia belajar seumur hidup, 2) Merancang sekolah sebagai miniatur kehidupan, 3) Membersamai aset bangsa, 4) Menduplikasi guru tangguh, dan 5) Merayakan kolaborasi.

Manusia belajar seumur hidup

Dari dalil agama hingga teori pendidikan modern memiliki benang merah tentang konsep belajar yaitu ‘lifelong learning’ belajar sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat menekankan bahwa manusia tidak boleh berhenti belajar selagi masih diberikan kesempatan hidup. Belajar di sini bukan dalam arti sempit belajar akademik atau hanya berkaitan dengan bangku sekolah. Belajar sepanjang hayat merupakan salah satu kebutuhan manusia, sama seperti kebutuhan makan, minum, bersosialisasi, dan lainnya.

Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan akal dan hati nurani yang keduanya melengkapi jiwa dan raga manusia dibanding makhluk hidup lainnya. Manusia mengembangkan sistem, perangkat, tatanan dan segala yang digunakan serta mendukung untuk memenuhi segala kebutuhan manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Pada bagian tulisan ini telah digambarkan bagaimana perkembangan masyarakat dari awal hingga saat ini. Di setiap masanya terdapat perubahan bagaimana manusia membuat banyak penemuan baru, mengembangkannya, dan memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik.

Poin penting tentang konsep belajar sepanjang hayat adalah bahwa dengan belajar, manusia terus memperbaiki kualitas diri, lingkungan, bangsanya bahkan dunianya. Harapan idealnya tentulah jika semua manusia di dunia ini terus belajar, memperbaiki kesalahan dan meningkatkan potensi dirinya maka planet ini tidak akan terbebani dengan berbagai masalah yang pada dasarnya disebabkan oleh ulah manusia sendiri seperti masalah sosial, pencemaran lingkungan, penyalahgunaan teknologi, dan berbagai masalah lainnya. Inilah urgensinya mengapa manusia wajib belajar sepanjang hayat, terutama terus belajar bagaimana memanusiakan manusia.

Merancang sekolah sebagai miniatur kehidupan

            Salah satu kegagalan dunia pendidikan yaitu jika masyarakat hanya menganggap sekolah sebagai pabrik ijazah. Dimana setiap lulusan sekolah diharapkan mendapatkan pekerjaan dengan ijazah yang dimilikinya. Memang tidak seratus persen salah anggapan tersebut, namun sejatinya bukan itu tujuan peserta didik “ditempa” di sekolah. Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar akademik, namun sekolah punya peran lebih luas untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih gemilang.

UNESCO sebagai organisasi di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang berfokus di bidang pendidikan dan kebudayaan mengkampanyekan empat pilar pendidikan Abad 21 yaitu learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk melakukan), learning to live together (belajar untuk hidup bersama), dan learning to be (belajar untuk menjadi manusia). Keempat pilar tersebut dapat menjadi acuan bagaimana sekolah dirancang sebagai miniatur kehidupan. Miniatur kehidupan di sini diartikan bahwa sekolah menjadi komunitas kecil yang mewakili komunitas besar lainnya, seperti masyarakat pada skala lokal hingga global.

Learning to know (belajar untuk mengetahui) bukan semata untuk meningkatkan pengetahuan kognitif, namun sekolah dapat menjadi tempat belajar untuk memahami tentang lingkungan sekitar (alam dan manusianya) beserta norma kehidupan yang berlaku di dalamnya. Learning to do (belajar untuk melakukan) berarti sekolah mengupayakan beragam kompetensi untuk peserta didiknya. Dapat berkomunikasi secara efektif, mampu beradaptasi, dan juga piawai dalam kerja tim merupakan contoh kompetensi yang merepresentasikan dinamika kehidupan sehari-hari. Berlanjut kepada learning to live together (belajar untuk hidup bersama) yang menjadikan sekolah sebagai rumah bersama untuk berbagai perbedaan yang mewarnainya serta bagaimana semua pihak (dengan beragam perbedaannya, baik fisik, agama, ras, status sosial, dan lainnya) dapat berinteraksi, saling menghormati, serta berkolaborasi untuk menciptakan kehidupan yang harmoni. Terakhir, learning to be (belajar untuk menjadi manusia) berarti mengamanahkan sekolah menjadi tempat yang memang bisa memanusiakan manusia, membangun manusia secara utuh yaitu jiwa dan raganya, fisik dan mentalnya serta jasmani dan rohaninya.

Membersamai aset bangsa

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan nasional bersifat komprehensif dalam mendidik, bukan hanya dari segi pengetahuan namun juga potensi lainnya seperti sikap dan keterampilan. Hal tersebut tentunya sangat sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, dimana manusia modern saat ini tidak cukup hanya menguasai teknologi namun juga bagaimana menggunakan teknologi untuk kebermanfaatan dan kesejahteraan manusia.

Peserta didik yang sedang menempa dirinya pada berbagai tingkatan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi merupakan aset bangsa yang sangat penting. Keberlangsungan masa depan bangsa ini juga sangat berpengaruh pada bagaimana mereka nantinya mengembangkan dan memberdayakan semua potensi dirinya. Disinilah salah satu peran dunia pendidikan, termasuk guru di dalamnya yang membersamai peserta didiknya sebagai aset penting bangsa ini. Banyaknya sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu bangsa tidak akan berarti apa-apa kalau tidak diimbangi dengan banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.

Menduplikasi Guru Tangguh

            Peran guru (pendidik) dianggap masih menjadi sentral dalam dunia pendidikan, keberadaanya dianggap menjadi ujung tombak dalam menjembatani peserta didik untuk mengembangkan setiap potensi dirinya. Maka seyogianya kebutuhan akan guru menjadi hal yang tak dapat dielakkan, terlebih mempersiapkan guru-guru yang profesional sudah semestinya menjadi hal urgen dalam dunia pendidikan.

            Kuantitas dan kualitas guru di Indonesia masih menyisakan banyak permasalahan. Mulai dari persoalan sebaran guru yang tidak merata, honorarium guru hingga sertifikasi profesi guru merupakan beberapa persoalan yang harus segera dituntaskan dengan banyak pilihan solusi. Idealnya. ketika berbagai solusi itu hadir maka guru diharapkan dapat benar-benar fokus untuk menjalankan tugas dan perannya sebagai seorang pendidik.

            Beragam masalah dan tantangan dalam dunia pendidikan membutuhkan sosok guru tangguh. Guru tangguh bukan sekedar guru yang hebat dalam urusan administrasi mengajar ataupun menggunakan beragam metode mengajar pada saat pembelajaran. Guru tangguh merupakan sosok pendidik yang mampu beradaptasi dan selalu menjadi pembelajar dalam berbagai situasi dan kondisi, khususnya yang terkait persoalan pendidikan. Guru tangguh merepresentasikan solusi bagi setiap masalah dunia pendidikan mulai dari lingkungan terdekatnya. Maka sudah seharusnya setiap jengkal ranah pendidikan di Indonesia, baik di kota besar hingga daerah pedalaman memiliki para guru tangguh ini, dan tentunya bagaimana untuk tetap mendupliksi para guru tangguh untuk keberlangsungan dunia pendidikan di Indonesia yang lebih baik dan penuh keoptimisan.

Merayakan Kolaborasi

            Rumusan 4M di atas yaitu; manusia belajar seumur hidup, merancang sekolah sebagai miniatur kehidupan, membersamai aset bangsa, dan menduplikasi guru tangguh juga sejatinya dilengkapi dengan konsep merayakan kolaborasi. Mengapa digunakan istilah ‘merayakan kolaborasi’ untuk melengkapi rumusan dunia pendidikan menyongsong era Masyarakat 5.0? Jawaban simpelnya adalah tanpa kolaborasi maka rumusan 4M lainnya tidak akan berarti apa-apa.

            Era Masyarakat 5.0 merupakan era kolaborasi, bukan hanya kolaborasi manusia dengan manusia namun juga kolaborasi manusia dengan teknologi. Maka sudah sepatutnya poin kolaborasi manusia dengan manusia harus sudah final, sebelum nantinya dalam berbagai lini kehidupan manusia, mau tidak mau, siap tidak siap, manusia berkolaborasi dengan teknologi. Jangan sampai yang terjadi justru manusia dikendalikan oleh teknologi. Manusia sendiri harus bijak menggunakan teknologi.

            Teknologi dibuat oleh manusia untuk memudahkan aktivitas manusia, membawa banyak kebermanfaatan, hingga memperbaiki kesejahteraan hidup manusia. Teknologi hadir bukan untuk menjadikan manusia malah menurunkan harkat, derajat dan martabatnya. Teknologi harusnya menjadikan manusia beradab dan bertambah kualitas hidupnya. Maka sudah selayaknya merayakan kolaborasi menjadi hal yang mutlak bagi perjalanan peradaban manusia memasuki bab baru, era Masyarakat 5.0, dalam konteks tulisan ini tentunya dimulai dari dunia pendidikan.

 

Oleh :

Jamilah Rachmaningsih,S.Pd

(Guru Geografi SMA Negeri 1 Manggar, Mahasiswa Magister PPA ITB)

 

Telah terbit di harian Pos Belitung pada Jumat, 02 April 2021

(Admin, HR)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bantu Sesama Umat Manusia, SMA N 1 Manggar Bagi 300 Paket Bapok

SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Smansa Peduli. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS tersebut mengusung tema “Berbagi Asa di Ma

09/05/2021 19:05 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Peduli Kumpulkan Donasi Ramadan Sebesar Rp36.174.000

Tidak berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk SMANSA PEDULI. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS terseb

09/05/2021 18:50 WIB - Administrator
BERBAGI ASA DI MASA PANDEMI, SMANSA PEDULI KEMBALI HADIR MENGETUK HATI

Tidak berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, SMA Negeri 1 Manggar kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk SMANSA PEDULI. Kegiatan yang merupakan program kolaborasi OSIS dan ROHIS terseb

09/05/2021 18:35 WIB - Administrator
Momentum Memperkokoh Profesionalisme Guru

BERBICARA, Hari Pendidikan,  tak luput dari pembicaraan tentang peran penting  sosok  seorang guru. Proses pembelajaran di sekolah bisa terlaksana dengan baik dan afik be

04/05/2021 12:41 WIB - Administrator
Potret Laboran Handal Menjawab Tantangan Covid 19.

Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah tatanan kehidupan manusia, tidak terkecuali bidang pendidikan. Cara pembelajaran yang awalnya tatap muka antara pendidik dan peserta didik harus b

04/05/2021 12:02 WIB - Administrator
Hindari Selebrasi Berlebihan, SMAN 1 Manggar Undang Orang Tua Umumkan Kelulusan

Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin mengatakan dalam mengumumkan kelulusan siswa tahun ini, ia hanya mengundang orang tua murid saja. Hal ini dilakukan supaya tidak ada ker

04/05/2021 11:54 WIB - Administrator
Merespon Learning Loss dengan Komunitas Belajar

Akhir-akhir ini istilah learning loss mulai sering terdengar dari berbagai media. Learning loss dapat diartikan sebagai hilangnya kemampuan dan pengalaman belajar siswa sebagai akibat d

30/04/2021 14:12 WIB - Administrator
Siswa SMK Stania Juara Caramah Agama di Festival JOURNEY SMONE4U IN RAMADHAN SMA Negeri 1 Manggar

Ramadhan merupakan bulan suci yang hanya datang satu kali setahun. Bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Moment inilah yang kemudian dim

30/04/2021 13:57 WIB - Administrator
Perkokoh Fondasi Keagamaan, SMA Negeri 1 Manggar Gelar Festival JOURNEY SMONE4U IN RAMADHAN

Ramadhan merupakan bulan suci yang hanya datang satu kali setahun. Bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Moment inilah yang kemudian dim

30/04/2021 13:55 WIB - Administrator
MOMENT “HARDIKNAS” PERKUAT PERAN PENDIDIKAN DALAM PEMBUDAYAAN KARAKTER

PERINGATAN hari Pendidikan Nasional, tidak luput dari pembicaraaan tentang sejarah di Indonesia yang memiliki catatan  sangat panjang. Karena sejarah sendiri memang menjadi bagian

30/04/2021 13:46 WIB - Administrator